18. Ulang Tahun


Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun
Usiamu
Bahagia selalu

Jamrud - Selamat Ulang Tahun

***

Ahad, 23 Desember 2018

Seperti biasa, tetiba aku bangun dari tidur di pagi hari. Pagi ini, suhu udara di dalam bus dingin sekali. Hari ini kami akan sholat Shubuh di suatu rest area di Provinsi Jawa Barat, yang lagi-lagi, aku tidak tahu di kabupaten apa.
Oh ya, ini masih kelanjutan cerita mengenai KKL yang sudah lama tidak dilanjutkan. Hahaa!

Apabila sholat Shubuh usai ditegakkan, kami kembali masuk ke bus untuk melanjutkan tidur perjalanan. Kami menuju Pringsewu Palikanci Resto, salah satu rumah makan yang berada di rest area. Kami tiba di sana mungkin hampir pukul delapan pagi. Rencananya, selain sarapan. Kami akan mandi pagi di sana.

Jika kamu ingat ceritaku di part sebelumnya, koper yang aku bawa tidak dapat dibuka. Koper itu adalah koper yang aku pinjam dari sepupuku.
Pagi itu aku menelponnya, kira-kira seperti ini percakapannya antara Aku (A) dan Sepupu (S).

A : Mbak, koper ini kok tidak bisa dibuka? Kodenya berapa?
S : Yang kemarin sudah Mbak kasih tahu, kodenya 1111.
A : Iya, dari hari pertama kode itu bisa. Namun, sejak semalam. Kode tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi. Jadi, dari semalam aku tidak bisa ambil baju untuk ganti pakaian, mbak. Hahaa!
S : Nah, mbak juga bingung, Do..

Tidak ada solusi dari hasil percakapan via telepon tadi. Aku memutuskan untuk membeli sikat gigi baru di Alfa*mart yang ada di sana. Harganya cukup mahal. Sekitar tiga belas ribu rupiah. Padahal, di rumah aku menjual sikat gigi seharga empat ribu rupiah, dan aku bisa ambil itu secara gratis. Karena warung Emak sendiri. Haha.
Untuk pasta gigi dan sabun mandi, aku meminjam meminta dengan teman. Sedangkan untuk baju ganti, lagi-lagi aku memakai baju yang baru dibeli.

Drama singkat setelah antre untuk mandi usai. Lanjut ke sarapan.
Restoran ini cukup luas. Sangat banyak meja dan kursi tersebar di seluruh penjuru. Membuat kita bebas mau duduk dan makan di mana saja. Bahkan, sepertinya Presiden SBY pernah makan di sini. Aku lihat dari foto yang dipajang di dinding restoran.

Kami makan seperti biasa, menuju meja prasmanan, antre untuk mengambil sarapan. Kemudian makan dimulai.
Seperti restoran pada umumnya, mereka menyalakan musik dari pengeras suara untuk menemani makan pengunjung. Di sela-sela menikmati makanan, mereka memberi kami selebaran kertas. Tujuannya untuk survei tingkat kepuasan pelanggan. Selain itu, kami juga diminta mengisi biodata mulai dari tanggal lahir, alamat hingga akun sosial media. Aku fikir menarik juga strategi mereka meminta data diri pengunjung. Data is a business!

Selepas memberi survei, tidak ada lagi yang aneh. Kami makan dengan tenang seperti biasa. Hingga kemudian tiba-tiba..
Musik dari pengeras suara, berhenti sejenak. Lagu yang awalnya selow menjadi keras. Mereka memutar lagu Selamat Ulang Tahun, yang dinyanyikan oleh band Jamrud.
Semua orang sontak berhenti makan, ikut menyanyi dan bertepuk tangan sesuai irama lagu.

Kecuali aku.
Aku tidak bertepuk tangan, tidak pula ikut bernyanyi. Aku masih sibuk makan, tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitar. Apatis.
Kemudian, aku mencoba mengingat-ingat. Siapa yang ulang tahun, kok bisa dirayakan di sini.

Sepuluh detik kemudian, aku selesai merenung. Ahha! Ulang tahun hari ini didapat dari data yang baru kami isi. Ternyata, ini adalah salah satu strategi marketing mereka.
Mereka memberi 'kejutan' untuk sesiapa yang berulang tahun di bulan Desember.
Sialnya, salah satu dari 'orang yang beruntung' tersebut adalah... Aku!

Dapat hadiah ulang tahun, hahaa

Mereka mendatangi meja kami, sesiapa yang berulang tahun di bulan itu. Satu-satu. Mereka memberi minuman berupa es sirop marjan, berisi biji selasih, rumput laut dan juga potongan buah. Minumannya memang cukup enak dan segar. Kejutannya memang sederhana, namun cukup bermakna.
Hal ini mungkin bermakna, bagi mereka yang mengganggap ulang tahun itu penting. Namun bagiku, biasa-biasa saja.

Kenapa?
Jika boleh berpendapat, seperti ini.

Pertama, aku tidak suka dan tidak biasa merayakan ulang tahun. Bagiku, tidak ada sesuatu yang spesial dari ulang tahun. Biasa-biasa saja. Sama seperti hari biasa pada umumnya.
Pun, aku juga sudah tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman, sahabat, keluarga atau sesiapapun. Yaa, bahkan kepada orang tua, walau hanya untuk satu kali saja, aku tidak pernah memberi selamat ulang tahun kepada mereka. Hahaa!
Wicis, sekali lagi. Ini adalah hal yang tidak penting.
(Yang tidak penting adalah ulang tahunnya yaa, bukan orang tua. Aku bukan anak yang durhaka, koq! Awkwkowkw)

Kedua, aku tidak suka menyanyi. Juga tidak suka mendengarkan musik yang seperti itu. Selama dalam perjalanan, kami kerap bernyanyi bersama ketika di dalam bus. Sedang aku, hanya diam duduk secara takzim.

Ketiga, sebagian Ulama memiliki pendapat. Bahwa perayaan ulang tahun adalah tasyabuh, meniru budaya barat, budaya k***r.
Mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa pendapat ulama seperti ini kolot, tidak mengikuti perkembangan zaman, dan sebagainya.
But, I agree with their statement.
Mereka adalah kumpulan para da'i, ustadz, hingga kyai. Mereka telah menghabiskan waktu puluhan tahun di pesantren, menuntut ilmu hingga ke negeri Timur Tengah, kemudian mendapat gelar Lc. dan MA.
Sedangkan, kita siapa. Hanya lulusan sekolah umum, sok mau mengkritisi mereka. Ehehee..

Namun, di sisi lain. Aku tidak menyalahkan yang mau 'merayakan' ulang tahun yaaa. Tetap ada kok yang membolehkan.
So, aku memohon maaf jika kamu merasa aku tidak peduli dengan ulang tahunmu.
Sorry to say, ini hal yang prinsip bagiku. Ehehe..
(Walapun aku masih sering selengek'an tak karuan. Mohon doanya yaa agar aku menjadi pribadi yang lebih baik. Hiksss...)


Oke, lanjut.
Walau aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada individu. Akan tetapi aku masih mau mengucap ulang tahun untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia. Juga untuk milad partai, atau organisasi maupun lembaga lainnya. Aku juga sesekali masih mengucapkan selamat pada peringatan-peringatan penting bangsa. Seperti Hari Pendidikan, Hari Sumpah Pemuda, Hari Lahir Pancasila, dan sebagainya.

Aku tidak se-eskrim itu, kawan!
Jadi, aku masih memiliki jiwa nasionalis yang tinggi, ya! :D

Komentar

  1. Tulisan pertama kk dodo yang retcehnya menggelitik bagiku wkwk.. Awal liat judulnya aku galfok loh kk, 18? Ultah? Ih kaya siapa ya wkwk...

    BalasHapus
  2. Jadi kabarr kopernyya gimana?
    Kasihan koperrnya gak kebuka.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya bisa dibuka ketika udah pulang ke Palembang wkwkwkw

      Hapus
  3. Strategi restorannya keren juga. Memberi kejutan kecil tapi bermakna.

    Penasaran.. Kalau pak sby makan disitu pas bulan ulang tahunnya apakah akan dinyanyikan lagu jamrud juga? Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba tanya ke Pak SBY nya langsung hahahaaaaa

      Hapus
  4. Keasyikan baca cerita sampe kalimat terakhir, eh baru menyadari. Itu nasib kopernya gimana kak? Bisa di buka? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk kok samo cak iqbal pertanyaannya -_-

      Hapus
  5. Alfa*mart, apa yang dihilangkan dari kata ini ? :D

    BalasHapus
  6. oi aku pas kkl makan disana juga wkwk

    BalasHapus
  7. Mengucapkan selamat ulang tahun kepada N*RI. Artinya Dodo tetap mendukung sistem pemerintahan demokrasi ini? :V

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak seperti antum yg anti Panca*sila 🙏 *eh

      Hapus
  8. Rasanya, saat hari di mana saya dilahirkan pengen bersemedi aja di goa. Menghindari manusia lain haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya anda orang yg betul2 introvert yaa hahaaa

      Hapus
  9. Kembalikan ke individu masing-masing saja. Saya sih, terus terang tidak mau menyerahkan segala sesuatunya ke ulama. Hanya karena mereka belajar puluhan tahun di pesantren, tidak berarti saya cuma harus mengikuti apa yang mereka katakan.

    Bagaimanapun mereka hanya manusia saja, yang tidak luput dari kesalahan.

    Bagi saya, mereka tidak bedanya dengan saya manusia juga.

    Btw, kok masih ngeblog mas, bukankah ini juga sebuah bentuk budaya Barat? Kok masih majang foto sendiri, padahal setahu saya seharusnya foto atau gambar makhluk hidup itu tidak diperkenankan..

    Just a thought karena agak lucu juga, mengambil sebagian dan berkesan patuh pada ulama, tapi sisi lainnya tetap dipakai.

    Apakah memang ada standar ganda disini? Jadi, mengambil yang enak buat kita saja ? Yang nggak enak, biar ulama yang ngomong abaikan saja terus cari dalil yang membolehkan?

    Lalu apa bedanya dengan manusia-manusia yang merayakan ulang tahun..?

    Eniwe, sekedar ngajak bertukar pikiran saja.. karena pandangan nya menarik dan menimbulkan banyak pertanyaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih komentar nya pak, makasih udah mampir dan membaca tulisanku. Ehehee

      Hapus

Posting Komentar